Trik Menghitung Anggaran RenovasiRumah

storage/post/cder.jpg

Jika anda memliki rencana untuk merenovasi rumah mungkin sudah waktunya mengecek kembali, apakah ada bagian-bagian bangunan yang perlu diperbaiki. Apakah ada atap rumah yang bocor, tembok retak, cat memudar terkupas, atau atap yang mulai rusak akibat ditimpa panas hujan selama bertahun tahun. Coba periksa satu per satu, mungkin sudah waktunya melakukan perbaikan agar kerusakan tidak bertambah banyak.

yang terpikir oleh anda pasti langsung masalahanggaran.  Apalagi jika renovasi yang Anda rencanakan juga mencakup perluasan bangunan atau menambah jumlah ruangan.  Faktor  inilah yang umumnya menjadi  kendala banyak orang saat merencanakan perbaikan rumah.

Sebenarnya banyak cara untuk mendapatkan dana renovasi. Kemungkinan yang paling dekat misalnya, Anda bisa mengandalkan bonus akhir tahun nanti. Namun Anda juga bisa memanfaatkan kredit bank untuk renovasi rumah.

Anda bahkan bisa memanfaatkan fasilitas kredit BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya, calon kreditur merupakan karyawan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 5 tahun.

Begitupun, renovasi rumah harus dipersiapkan secara cermat. Tanpa perencanaan yang detil, biaya bisa membengkak. Anda perlu merencanakan anggaran dana dan pos-pos pengeluaran agar anggaran tidak melebar ke hal-hal yang tidak penting.

Agar tidak bingung bagaimana menekan biaya perbaikan rumah,  berikut disajikan trik-trik hemat dari beberapa arsitek professional.  
1.    Tentukan Titik Renovasi Rumah dan Buat Skala Prioritas

Untuk menghindari pengeluaran yang melebar, Anda harus meneliti bagian mana saja yang perlu direnovasi terlebih dahulu. Misalnya, kusen-kusen pintu ataupun jendela yang sudah rapuh, cat tembok yang kusam dan mengelupas. Atau atap yang sudah tidak mampu menahan air hujan alias mengalami kebocoran dimana-mana.

Kalau sudah begini, Anda harus fokus untuk melakukan renovasi rumah di bagian-bagian tersebut.

Titik prioritas ini harus menjadi patokan sehingga anggaran Anda tidak melebar ke bagian-bagian yang sebenarnya tidak terlalu mendesak. Saat dihadapkan pilihan, apakah harus memperbaiki atap yang bocor atau menambah satu kamar, Anda tentu langsung tahu mana yang harus didahulukan.

Pastikan Anda disiplin terhadap skala prioritas ini. Jangan sampai tergoda di tengah jalan untuk memperbaiki hal lain yang tidak diperlukan. Karena kalau sudah begitu,   Anda bisa mengalami overbudget.
2.    Buat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Renovasi Rumah

Agar pos-pos pengeluaran untuk renovasi rumah sesuai dengan porsinya, Anda harus membuat rencana anggaran biaya alias RAB secara cermat dan teliti.

Perincilah  komponen kebutuhan biaya yang meliputi biaya material bangunan, upah pekerja, dan biaya lainnya. Jangan lupa untuk menyisihkan dana untuk biaya darurat yang tidak terduga.

RAB renovasi rumah harus dibuat berdasarkan jenis material dan komponen pekerjaan. Untuk menghitung besarnya komponen beton, misalnya, dapat dilakukan dengan membuat perhitungan volume secara satuan isi (meter kubik). Lalu, dikalikan dengan harga satuan per m3 yang disusun berdasarkan analisa penggunaan material per meter kubik.

Jika merasa kesulitan dalam membuat perhitungan biaya, Anda bisa berkonsultasi kepada ahlinya. Misalnya ke teman, tukang, atau bahkan konsultiasi ke media penyedia layanan konsultasi bangunan. Pastikan dalam pemilihan material bangunan, upah tukang atau kontraktor, dan proses renovasi selalu berpatokan pada dana yang sudah dianggarkan.
3. Manfaatkan Struktur Lama

Untuk menekan pengeluaran, sebisa mungkin gunakan struktur bangunan yang sudah ada seperti kolom, balok, dan pondasi, sehingga tidak perlu membuat baru lagi. Pembuatan struktur baru akan memakan biaya dan waktu terutama bila memakai beton.

Akan tetapi jika terpaksa harus merancang struktur baru, maka disarankan untuk menggunakan material baja yang proses pembuatannya cukup singkat, sehingga ongkos tukang juga akan lebih hemat. Bandingkan dengan beton yang biasanya makan waktu sekitar 21 hari untuk kering sempurna dan pembukaan bekisting. Sayangnya, material baja memang relatif mahal di pasaran.
4. Arsitek,  Kontraktor Atau Pemborong?
a. Arsitek Penting untuk Perencanaan

Meski  bagian yang akan Anda renovasi tidak terlalu luas, ada baiknya Anda tetap menggunakan jasa arsitek untuk perencanaan. Arsitek dididik dan dilatih secara profesional untuk merencanakan suatu bangunan termasuk rumah tinggal.

Sebagian pemilik rumah mungkin berpikir tarif jasa arsitek memerlukan budget besar diluar alokasi anggaran renovasi. Namun perlu menjadi bahan pertimbangan, nilai jasa seorang arsitek tidak hanya mencakup keahliannya dalam merencanakan layout rumah sesuai keinginan klien.

Ia juga harus andal dalam memilih material tepat, mengawasi proses renovasi untuk memastikan bentuk bangunan tidak melenceng dari konsep, hingga mencegah pembengkakan anggaran yang disebabkan kesalahan tukang.
b. Kontraktor untuk renovasi Besar

Jika Anda akan melakukan perbaikan rumah dengan skala besar, sebaiknya menggunakan jasa kontraktor.   Kontraktor profesional memiliki pengalaman dan keahlian dalam hal anggaran belanja.

Selain itu, ia juga punya badan usaha dan domisili yang jelas, serta memberikan garansi pekerjaan. Sehingga proses pekerjaan, pembayaran, konsultasi, hingga komplain dapat direspon dengan cepat. Namun, tentunya dana yang dibutuhkan pun terbilang besar.
c. Pemborong jika Budget Terbatas

Jika budget terbatas dan  skala renovasi yang Anda rencanakan tidak besar, menggunakan jasa pemborong adalah pilihan yang tepat karena biasanya lebih murah dibandingkan kontraktor. Namun, harus selalu diingat untuk membuat Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK) guna melindungi Anda dari kecurangan yang mungkin saja terjadi.

Adapun sistem upah untuk membayar jasa pemborong meliputi sistem upah harian dan sistem upah borongan.

Sistem harian dibayar per minggu atau per bulan sesuai dengan kesepakatan. Misal, pekerja dibayar Rp100.000 per hari nya, maka upah selama 20 hari kerja ialah Rp100.000 x 20 = Rp.2.000.000. Kelebihannya, sistem upah harian ini mampu mengontrol pengeluaran Anda.

Sedangkan sistem upah borongan, Anda akan membayar besarnya total biaya upah yang telah disepakati. Misal, Anda ingin merenovasi kamar mandi, maka jasa pembrong langsung menawarkan harga Rp1.000.000 per meter persegi.

Kesepakatan ini juga mencakup berapa lama pengerjaan renovasi tersebut. Jadi, pada sistem upah borongan ini Anda agak sulit untuk memprediksi berapa biaya pasti jasa tersebut dan riskan penipuan.

Oleh sebab itu, pastikan Anda tahu secara jelas rincian biaya material bangunan dan biaya total membangun untuk sistem upah borongan.
5. Trik Hemat Biaya Material
a. Cari material bagus harga ekonomis

Jangan mudah tergiur dengan brand ternama namun mutunya belum terjamin. Astrid sangat menyarankan untuk membeli material dengan merk yang sudah lama dijual di pasaran dan memiliki reputasi tinggi. Merk tersebut punya berbagai varian model mulai dari harga terendah hingga yang paling mahal.

Jika ingin mengetatkan budget, Anda bisa memilih produk dengan harga terjangkau kendati desainnya standar dan tidak futuristik atau modern.
b.    Survey toko Bangunan

Sebaiknya Anda survei dan mencari toko bangunan yang menawarkan harga murah namun berkualitas baik. Cobalah untuk survei di beberapa tempat  untuk membandingkan toko bangunan yang satu dengan lainnya. Sangat dilarang untuk membeli langsung bahan bangun di toko pertama yang Anda kunjungi.

Kalau Anda rajin,  tidak tertutup kemungkinan Anda akan menemukan toko bangunan yang memperbolehkan pembelian material secara diangsur lho. Namun Anda memang perlu mengenal lebih dekat kepada pemilik tokonya untuk mendapat kepercayaan tersebut.
c.    Jangan Menyuruh Tukang

Sebaiknya belanja material bangunan sendiri  agar tahu berapa harga setiap barang secara transparan sehingga tidak perlu khawatir ditipu. Tidak masalah jika Anda memiliki kenalan/saudara yang bisa dipercaya untuk membeli bahan-bahan bangunan ini.

Sebaiknya Anda tidak menyerahkan pembelian barang kepada pekerja/ tukang atau kontraktor. Sewa mereka dari segi jasanya saja, sedangkan bahan bangunan lebih baik dibeli sendiri.

Khawatirnya, jika pembelian material diserahkan kepada kontraktor, mandor, maupun tukang, maka tak jarang mereka akan mencari produk bermutu standar. Lalu saat pemilik rumah menginginkan material dengan merk unggulan, biasanya mereka akan mengenakan harga tambahan setiap meter persegi.
d.    Beli bahan bangunan bekas

Tidak harus selalu beli baru, Anda bisa memanfaatkan bahan bangunan bekas yang masih layak pakai untuk digunakan. Tidak perlu khawatir, bahan bekas tersebut dapat dioles dengan mengecat ulang, memoles dengan vernis atau politur hingga tampak baru.

Atau, jika di sekitar lingkungan Anda ada proyek pembangunan skala besar, biasanya mereka memiliki banyak sisa bahan bangun tidak terpakai. Cobalah untuk bertanya apakah sisa tersebut bisa Anda minta atau dibeli murah.
e.    Berburu diskon

Cara lain untuk dapatkan bahan bangunan murah yakni dengan berburu diskon yang ditawarkan toko material atau supermarket bangunan. Setiap cabang toko, kendati berasal dari induk yang sama, kerap memberikan diskon untuk item berbeda.

Selain itu cari informasi sebanyak-sebanyaknya terkait toko yang menjual stok bahan bangunan yang tinggal sedikit. Toko yang akan menghabiskan sisa stok, biasanya akan memberikan diskon atau potongan harga yang menggiurkan. Manfaatkan celah ini.
Keselamatan Penghuni Harus Diutamakan

Perlu diingat, meskipun renovasi rumah Anda dibatasi budget yang minim, bukan berarti keselamatan Anda dan keluarga dinomorduakan. Mencari bahan termurah boleh saja, tapi kualitas tetap harus nomor satu.

Apalagi untuk bahan material seperti pipa, atap, fondasi, dan rangka atap. Material-material ini harus sesuai dengan standar kualitas. Begitu juga dengan cat pelapis dinding luar, harus memiliki kualitas bagus agar awet melindungi dari hujan dan terik.

Dengan begitu, renovasi rumah on budget dapat telaksana, keselamatan Anda dan keluarga juga terjaga. Selamat merenovasi, selamat menyongsong tahun baru!


Copyright 2017